Selasa, 30 November 2021

ADBI4130 Pengantar Ilmu Administrasi Niaga - Diskusi 7

 Strategi pemasaran produk mencakup segmentasi, targeting, positioning, dan marketing mix. Marketing mix sering pula disebut sebagai bauran pemasaran. Bauran pemasaran ini meliputi product, price, place dan promotion.

  1. Segmentasi
Segmentasi pasar adalah  proses pembagian pasar ke dalam subset pelanggan dengan kebutuhan yang sama dan mempunyai ciri – ciri yang dapat diarahkan atas tanggapan mereka sehingga dapat dilakukan cara – cara yang sama bagi produk tertentu yang ditawarkan termasuk program pemasarannya.
  1. Targeting
Target pasar adalah pasar yang hendak dilayani dalam menjual barang atau jasa, berdasarkan segmen yang telah ditetapkan . usaha usaha pemasaran selalu ditargetkan pada target pasar tertentu, yang merupakan kelompok individual atau organisasi yang memiliki karakteristik yang sama yang mungkin akan membeli produk tertentu.
  1. Positioning
Sedangkan arti dari positioning adalah melakukan tindakan mendisain penawaran serta citra perusahaan sehingga target perusahaan dapat mengetahui serta menilai kedudukan perusahaan disbanding pesaingnya.
  1. D.    Marketing mix ( 4P )
Marketing mix atau bauran pemasaran merupakan alat yang dapat dipergunakan oleh pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya. Marketing mix juga lebih akrab dikenal sebagai 4P dalam pemasaran yaitu product, price, place, dan promotion.
1.      Product
Orang memenuhi kebutuhan dan keinginannya dengan barang dan jasa. Kita akan menggunakan istilah produk untuk mencakup keduanya.
2.      Price
a.       Pengertian price ( harga )
Harga merupakan satu – satunya unsur marketing mix yang meghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainnya hanya merupakan unsur biaya saja
b.      Faktor yang mempengaruhi penetapan harga
  • Secara langsung, adalah harga bahan baku, biaya produksi, biaya pemasaran, adanya peraturan pemerintah dan factor lainnya.
  • Secara tidak langsung, adalah harga produk sejenis yang dijual oleh para pesaing, pengaruh harga terhadap hubungan antara produk substansi dan produk komplementer, serta potongan untuk para penyalur dan konsumen.[9]
c.       Tujuan penetapan harga
Tujuan perusahaan merupakan dasar atau pedoman bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan pemasaran, termasuk kebijakan penetapan harga.

3.      Place ( Tempat atau Distribusi )
Perusahaan haruslah menyebarkan barang – barangnya ke tempat konsumen itu berada. Hal ini merupakan tugas untuk mendistribusikan barangnya kepada konsumen.

4.      Promotion
Kiat bauran pemasaran ke empat yaitu promosi yang didefinisikan sebagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan produknya pada pasar sasaran.

Dalam manajemen marketing kita mengenal adanya marketing mix (bauran pemasaran). Usaha manajemen suatu organisasi marketing untuk mencapai titik yang dituju yaitu pasar, yang harus dilakukan adalah dengan cara mengkombinasikan dan memobilisasikan sumber-sumber intern dan ekstern dengan menyesuaikan pada kendala unsur lingkungan dalam merumuskan suatu kegiatan marketing.
Marketing Mix merupakan kombinasi dari 4 (empat) variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yang meliputi product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi).

5 konsep yang dijadikan sebagai pedoman organisasi untuk melakukan kegiatan pemasaran yaitu:
1. Konsep Produksi; Menegaskan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah.
2. Konsep Produk; Konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan ciri paling bermutu, berkinerja dan inovatif.
3. Konsep Penjualan; Perusahaan berkeyakinan untuk mengasumsikan bahwa perusahaan memiliki alat penjualan dan promosi yang efektif untuk merangsang lebih banyak pembelian.
4. Konsep Pemasaran; Menurut Theodore Levitt dalam Philip Kotler (2000:22), bahwa manajemen pemasaran, menggambarkan pemikiran yang kontras antara konsep penjualan dan konsep pemasaran.
5. Konsep Pemasaran Holistik; Pemasaran holistik didasarkan pada pengembangan,perencanaan dan implementasi program pemasaran, proses pemasaran, serta kegiatan-kegiatan pemasaran yang mengakui keluasan dan interpendensinya.

Referensi:
1. BMP-ADBI 4130-Pengantar Ilmu Administrasi Niaga. Eko Widodo dan Rosdiana Sijabat. Edisi 1
2. Kotler, Philip. (200). Manajemen Pemasaran Edisi Milenium Edisi Milenium. Prenhallindo. Jakarta.
3. Martiman. (2014). Strategi Pemasaran Barang dan Jasa Perusahaan melalui Media Iklan. Jurnal, Volume 2 Nomor 2 Mei-Juli 2014.

ADBI4130 Pengantar Ilmu Administrasi Niaga - Diskusi 6

 Mengapa Motivasi sangat dibutuhkan dalam menangani sumber daya manusia?


Motivasi sangat dibutuhkan dalam menangani sumber daya manusia, terlebih jika perusahaan bisa memotivasi kepada karyawannya, maka hal tersebut akan dapat meningkatkan produktivitas karyawannya. Dengan meningkatnya produktivitas karyawan, maka perusahaan akan dapat beroperasi dengan libih efesien yang alkhirnya akan dapat meningkatkan keuntungan yang bisa diraih. Motivasi kerja sangat terkait dengan kepuasan kerja, maka mereka akan lebih mudah termotivasi untuk meningkatkan prestasi kerja.
Beberapa metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepuasan kerja adalah pemberian kompensasi yang memadai, keamanan kerja, jadwal kerja yang fleksibel, program keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan perusahaan, dll.
Motivasi sangat dibutuhkan dalam menangani sumber daya manusia karena kemampuan dan motivasi kerjamerupakan faktor yang mencerminkan sikap dan karakter seseorang dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, jadi variabel paling penting dalam menerangkan kinerja seseorang yakni memiliki motivasi dan kemampuan agar dapat menncapati tujuan & kinerja individual / perusahaan menjadi lebih baik.


Jadi, motivasi merupakan suatu kebutuhan di dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi. Apabila motivasi dan kemampuannya rendah akan menyebabkan timbulnya kinerja yang rendah secara menyeluruh. Karenanya motivasi merupakan faktor-faktor yang ada dalam diri seseorang yang menggerakkan dan mengarahkan perilakunya untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu.
Motivasi kerja adalah suatu proses dimana kebutuhan-kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya tujuan. Jika tercapai,akan mendapat kepuasan.
sangat penting sekali untuk meningkatkan kinerja karyawan-karyawannya.

Senin, 29 November 2021

ISIP4213-Sistem Politik Indonesia - Diskusi 8

 

Politik Indonesia merupakan pembentukan dan pembagian kekuasaan di Indonesia, sebuah negara hukum yang berbentuk kesatuan dengan pemerintahan berbentuk republik dan sistem pemerintahan presidensial dengan sifat parlementer. Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan melainkan pembagian kekuasaan.

Jelaskan strategi yang digunakan untuk menuju Lembaga Peradilan yang Independen dari kekuasaan politik! Diskusikan permalahan kita.




Ada 3 (tiga) faktor yang menentukan eksistensialitas independensi peradilan yaitu:
1. Integritas (mentalitas dan kapabilitas) pengadil (hakim).
2. Aspek infrastruktur penyokong komponen pengadil di maksud.
3. Jaminan ketersediaan sistem (kekuasaan yudikatif) yang steril dari segala bentuk intervensi kekuasaan negara lainnya (kekuasaan eksekutif dan kekuasaan legislatif).
Pasca keberlakuan orde reformasi, yakni dengan langkah-langkah strategis seperti penyatuatapan lembaga peradilan di bawah Mahkamah Agung, baik menyangkut teknis yudisial maupun urusan teknis administratif, dan juga berbagai langkah implementasi dari paradigma pemisahan kekuasaan sebagai paradigma kekuasaan yang diusung di era reformasi (antara lain, Jabatan Ketua Mahkamah Agung yang tidak lagi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden).


Referensi:
Mario Parakas, 2012. Merajut Independensi Peradilan Dalam Skenario Perbaikan Kesejahteraan Hakim. Online: www.komisiyudisial.go.id

Politik dan Strategi Nasional
Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.
Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.
Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”, yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group), dan kelompok penekan (pressure group). Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.
Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN.
Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden, yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan.
Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, maupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena:
a. Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
b. Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya.
c. Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup.
d. Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
e. Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru

ADBI4443-Perencanaan dan Pengembangan Bisnis - Diskusi 8

 

Rencana bisnis merupakan rencana kerja yang dibuat dengan tujuan membangun bisnis baru atau untuk mengembangkan bisnis yang sedang dijalankan. Rencana ini biasanya digunakan untuk mencari calon investor guna menyampaikan visi mereka kepada calon investor.

Coba Anda jelaskan masalah-masalah yang sering dijumpai dalam penyusunan sebuah rencana bisnis, lalu diskusikan dengan teman-teman pada forum ini.


Ketika menentukan perencanaan bisnis sebagai alat yang dipergunakan untuk perusahaan, yang terpikir dalam benak pikiran adalah, ”Dari mana memulai?”, pada mulanya akan menemukan kesulitan yang ”luar biasa”, akan tetapi harus memulainya dengan yang gampang dan simpel dahulu dengan menekankan ketelatenan dan keseriusan. Proses penulisan perencanaan bisnis memerlukan informasi yang terperinci hampir pada masing-masing aspek dari bisnis kita yang mencakup industri, produk atau jasa pasar, operasional, personil, dan lain-lain.





Masalah-masalah yang sering dijumpai dalam penyusunan sebuah rencana bisnis adalah sbb:
1. Masalah pribadi sendiri; Dia sendirilah faktor utama yang akan menentukan usaha yang diinginkan.
2. Masalah modal keuangan; Dalam penyusunan sebuah rencana bisnis tidak terlepas dari masalah modal keuangan, sudah diketahui besarnya modal yang diperlukan untuk membuka jenis perusahaan apa.
3. Masalah organisasi perusahaan; Seberapapun perusahaan yang kita susun dan rencanakan tetap mempunyai bentuk (hukum) nya.
4. Masalah kesempatan usaha; Adalah kemungkinan kemungkinan apa yang terbuka dan dapat dimanfaatkan dengan baik.
Ranupandoko(1990) mengemukakan kendala yang sering dijumpai dalam menyusun rencana, yaitu: a. Sulit"menentukan asumsi yang akurat b. Masalah yang dihadapi berubah terus d. Kurang luwes dalam menghadapi perubahan e. Tidak terkuasainya faktor lingkungan
Perencanaan yang efektif adalah perencanaan yang dapat menghasilkan seperangkat rencana yang dapat dipraktekkan atau dilaksanakan sehingga tujuan yang diinginkan akan tercapai (rencana efektif).

Rerefensi:
1. BMP - ADBI4443 - Perencanaan dan Pengembangan Bisnis. Suryanto. Edisi 1

masalah-masalah yang sering dijumpai dalam penyusunan sebuah rencana bisnis :
walaupun telah dibuat rencana, akan tetapi belum tentu suatu rencana itu dapat dilaksanakan sesuai dengan isi dan tujuan rencana. the Liang Gie (opcit) mengemukakan bahwa masalah - masalah yang menggagalkan rencana umumnya adalah :
  1. rencana itu tidak memenuhi ciri - ciri yang diisyaratkan bagi suatu rencana yang baik ( perencanaan tidak cakap )
  2. ketidaktentuan masa depan ( terjadinya perubahan besar dalam situasi ) dengan tanpa kemungkinan untuk mengatasinya.
  3. pelaksana rencana tidak cakap, kurang wewenang atau merosot semangatnya
  4. kurang bimbingan dan kontrol dalam pelaksanaannya, sehingga penyimpangan - penyimpangan yang kecil tidak segera di perbaiki
Ranupandoko ( 1990 ) mengemukakan kendala yang sering dijumpai dalam menyususn rencana yaitu :
  1. sulit menemukan asumsi yang akurat
  2. masalah yang dihadapi berubah terus, pengaruh psikologis pada rencana
  3. kurang luwes dalam menghadapi perubahan
  4. tidak terkuasainya faktor lingkungan
handayaningrat ( 1985 ) mengemukakan rintangan - rintangan dari perencanaan yang efektif yaitu :
  1. jangka waktu yang dipergunakan : waktu yang dipergunakan untuk perencanaan oleh manajer akan menetukan besarnya ketelitian dari perencanaan itu sendiri. banyak waktu yang disediakan dalam perencanaan, menentukan banyaknya hal - hal yang akan diketahui diluar kemampuannya, atau dengan kata lain banyaknya waktu yang disediakan bearti akan diketahui banyaknya keadaan / situasi yang akan datang (forecasting ). yang berarti pula akan lebih mampu melihat kejadian - kejadian yang akan datang. keadaan sekarang merupakan bagian yang menetukan untuk perencanaan untuk waktu yang akan datang. karena kondisi sekarang ini dapat memberikan suatu gambaran untuk keperluan yang akan datang, sekalipun tidak selalu tepat.
  2. kejadian - kejadian yang tidak diramalkan sebelumnya. adalah tidak mungkin untuk mengetahui terlebih dahulu dengan pasti terhadap hal - hal yang akan datang untuk menyusun suatu rencana yang tepat yang dapat dipertanggungjawabkan. oleh karena itu, maka perencanaan didasarkan atas kemampuan dalam keadaan sekarang ini dengan mengusahakan atau dengan memperhitungkan apa yang dapat dicapai dalam waktu yang akan datang. sebab menejer atau perencana dalam kemampuannya untuk melihat kedepan berdasarkan atas perhitungan yang bersifat kualitatif bagi suksesnya suatu perencanaan.
  3. kemampuan mental. perencanaan mendasarkan diri atas kegiatan intelektual ( proses pemikiran ) yaitu suatu proses mengerjakan deretan ide - ide yang abstrak ( angan - angan  ) untuk melihat perubahan - perubahan dari beberapa kemungkinan pengaruh yang dihadapai dalam waktu yang akan datang. salah satu bentuk dari kemampuan mental yang utama dalam perencanaan ialah kemampuan dalam melihat konsep yang merupakan gambaran dari kempuan dan kecakapannya, tanpa melihat kepada efek yang mungkin terjadi. demikian pula kemampuan daya ciptanya juga terbatas karena mungkin dipengaruhi oleh keadaan dirinya sendiri ( emosi, egoistis, tekanan - tekanan, keterangan - keterangan, kesulitan - kesulitan dsb )
  4. kekurangan informasi. perencanaan memerlukan informasi yang cukup. kalau perencanaan tidak cukup informasi perencanaan itu sukar untuk dapat dipertanggungjawabkan. informasi yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif merupakan bagian dari periode waktu dalam perencanaan. periode waktu yang tersedia untuk memperoleh informasi yang cukup sangat terbatas. pengalaman menunjukan tentang bagaimana sukarnya memeperoleh informasi yang cukup untuk suatu perencanaan yang baik dan masuk akal ( rasional ). perencanaan akan kurang baik bilamana disusun dengan suatu informasi yang salah. oleh karena itu perlu diadakan studi dan penelitian ( investigation ) baik data yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif yang berguna bagi perencanaan yang baik.
  5. berbagai rintangan / kesukaran administrasi. perencanaan biasanya dilakukan oleh staf perencana. belum tentu suatu hasil perencanaan disetujui oleh pemimpin. mungkin secara prinsipil dapat disetujui tetapi tidak mau melaksanakannya karena beberapa pemimpin berpendapat bahwa perencanaan itu tidak bermanfaat. sebab perencanaan itu hanya suatu gambaran yang tampaknya tidak menghasilkan apa - apa. kecuali itu waktunya dianggap tidak efisien karena hanya membuat seolah - olah pegawainya itu sibuk padahal tidak menghasilkan apa - apa yang nyata. oleh karena itu lebih baik melihat kepada hal - hal yang telah ada dengan mempertunggi pengatahuan / kecakapannya. dengan demikian lebih banyak menghasilkan perbaikan - perbaikan. disamping itu bahwa perencanaan memerlukan uang dan waktu karena biaya perencanaan itu tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang melaksanakan tetapi juga biaya untuk mengumpulkan dan menganalisis data. jelasnya bahwa perencanaan itu memerlukan pembiayaan tanpa pembiayaan perencanaan itu tidak mungkin sempurna.
  6. halangan kejiwaan. halangan psikologis yan gutama adalah bila menejer ( seperti orang pada umumnya ) hanya melihat pada keadaan yang sekarang dan tidak melihat keadaan yang akan datang. biasanya menejer itu menetang terhadap usaha perubahan, seperti pengalaman yang lampau yaitu mempertahankan tradisi yang lama. padahal perencanaan adalah suatu usaha perubahan dimana menejer harus memutuskan. dalam bidang niaga, perencanaan dengan anggaran yang cukup besar untuk pembelian barang - barang / peralatan biasanya ditentang oleh menejer karena dianggap suatu pemborosan. demikian pula pengurusan dan pengawasan anggaran dengan suatu prosedur yang telah ditentukan, dianggap suatu pemborosan. adapaun mengenai usaha untuk menghindarkan sebagai rintangan, ialah menjadi kewajiban bagi para perencana untuk berusaha meyakinkan menejer dan juga pendidikan dari menejer itu sendiri. agar tidak adanya tekanan bagi rencana yang diajukan, disamping itu rencana harus supel ( fleksible )
  7. pertimbangan - pertimbangan unsur  kemanusiaan. suatu bahaya dari kegiatan perencanaan adalah kemungkinan kurangnya pertimbangan atas unsur kemanusiaan didalam organisasi. karena tidak hanya menyangkut sesuatu yang bersifat fisik atau material saja, tetapi juga menyangkut segi kemanusiaan. kadang - kadang rencana itu mempunyai suatu efek  ( akibat ) adanya hubungan pegawai dan menejer itu sendiri. misalnya pengurangan pegawai karena memperoleh efesiensi kerja. bahaya ini dapat dikurangi dengan cara mengatakan suatu koreksi dan komunikasi bila perencanaan itu diterapkan agar dapat dicarikan pemecahannya terlebih dahulu. dengan mengadakan suatu komunikasi dan koreksi akan membantu kepada siapa akan terkena, yang kemudian akan saling menyadari atas usaha - usaha perubahan itu. mereka akan menyadari pula bahwa tujuan untuk mengembangkan rencana itu adalah demi kemajuan organisasi.

Masalah-masalah yang sering dijumpai dalam penyusunan sebuah rencana bisnis adalah : 

1. Rencana Bisnis Jangka Pendek

Umumnya rencana bisnis jangka pendek terjadi pada tahap memulai mengerjakan sebuah ide bisnis. Ketika saya iseng bertanya, gimana kedepannya, kebanyakan dari mereka menjawab bahwa untuk besok ya dipikirkan besok juga.
Nah, ini sebenarnya fatal sekali, karena sebuah bisnis dibangun tentu berharap akan tetap eksis di masa yang akan datang. Salah satu caranya ya harus dimulai dari sekarang bagaimana strategi yang pas untuk menghadapi masa yang akan datang.

2. Hanya Memiliki Satu Rencana Bisnis Saja

Kesalahan ini juga mayoritas pengusaha pemula melakukannya. Padahal dalam dunia bisnis semuanya serba tidak menentu. Mengantisipasi segala sesuatunya harus dilakukan. Ada baiknya jika dalam menyusun sebuah rencana bisnis, selalu buat beberapa rencana.
Jangan hanya satu saja, perhitungkan kemungkinan yang paling buruk yang mungkin terjadi. Lalu persiapkan alternatif rencana bisnis jika itu benar-benar terjadi. Sehingga paling tidak kita tidak begitu kaget jika hal buruk terjadi sewaktu-waktu.

3. Rencana Bisnis Hanya Sebatas Intern Saja

Sebuah rencana bisnis biasanya hanya disusun berdasar data atau informasi yang ada di dalam bisnis itu sendiri. Atau juga hanya pada perusahaan yang sedang dibangun saja. Sebaiknya susun rencana bisnis dengan mempertimbangkan tingkat persaingan pada pasar sesungguhnya.
Kumpulkan juga informasi tentang para pesaing Anda, bagaimana strategi mereka, langkah apa yang sedang mereka kerjakan dan sebagainya. Kelengkapan rencana bisnis seperti ini akan sangat membantu meringankan perjalanan bisnis teman-teman ke depan.

4. Rencana Keuangan yang Tidak Realistis

Rencana bisnis dalam membahas keuangan kebanyakan terlalu tinggi dalam ekspektasinya. Tak jarang menghitung keuntungan dengan skala dan patokan yang kurang realistis. Misalnya, jika kita mampu menjual dengan harga sekian maka kita akan untung sekian dan lain-lain.
Hitung-hitungan seperti itu memang diperlukan, namun juga harus melihat realita di pasar. Karena akan ada banyak variabel yang bisa mempengaruhi hitungan. Karena gejolak ekonomi dan keuangan global berada di luar jangkauan kita sebagai pelaku usaha.

5. Target Pasar Tidak yang Jelas Dalam Rencana Bisnis

Dalam menjalankan sebuah bisnis, kita harus jelas dalam membidik market. Siapa target yang akan kita jadikan pangsa pasar harus jelas dan detail. Dalam menyusun sebuah rencana bisnis, ini biasanya sering tertinggal atau tidak tercover dengan baik.
Sehingga ketika dalam tahap pengeksekusian, akan terjadi kebingungan bagaimana menentukan langkah yang tepat. Ini dikarenakan target market yang tidak jelas dan masih samar.

6. Terlalu Tinggi Berharap Dari Satu Rencana Bisnis

Bersikap optimis adalah sesuatu yang harus dilakukan dalam setiap langkah bisnis. Namun menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap satu rencana bisnis adalah hal yang tidak bagus. Kenapa demikian, karena berharap terlalu tinggi dari hanya satu rencana bisnis akan membuat pikiran berhenti pada satu titik saja.
Hal ini juga menjadikan pikiran menjadi sulit untuk berkembang dan melakukan analisa terhadap berbagai kemungkinan yang akan datang. Maka ini juga satu alasan 

EKMA4214- Manajemen Sumber Daya Manusia - Forum Diskusi 6

 

Salah satu sistem yang sekarang digunakan, khususnya untuk pengawai negeri sipil, adalah penetapan gaji berdasarkan golongan. Golongan ini didasarkan pada tingkat pendidikan pada saat seorang PNS diterima, misalnya golongan II/a jika ia lulusan SLTA, atau golongan III/a untuk lulusan S1. Dengan demikian, otomatis seorang lulusan SLTA dan seorang lulusan S1 akan menerima gaji yang berbeda (walaupun mungkin pekerjaan mereka sama) karena golongan mereka berbeda.



Demikian pula tentang upah minimum regional. Pemerintah, berdasarkan aspek2 tertentu, menetapkan UMR bagi suatu daerah. Karyawan yang sebenarnya mempunyai pekerjaan yang sama/relatif sama di suatu daerah mungkin akan menerima gaji/upah yang berbeda dengan daerah lainnya, bisa lebih rendah atau lebih tinggi.
Nah......sekarang, bagaimana menyikapi masalah seperti ini?. Apa kelemahan dan keunggulan sistem upah dan gaji di atas. Jika ada kelemahannya, menurut Anda bagaimana kira-kira mengatasinya?



Ada tiga sistem pembayaran upah, yaitu:
1. Sistem upah menurut waktu, 
yang menentukan bahwa besar kecilnya upah yang akan dibayarkan kepada masing-masing tenaga kerja, tergantung pad banyak sedikitnya waktu kerja mereka.
Keuntungan sistem upah menurut waktu yaitu:
  • Para tenaga kerja tidak perlu terburu-buru di dalam menjalan kan pekerjaan, karena banyak-sedikitnya unit yang mampu mereka selesaikan tidak terpengaruh pada besar-kecilnya upah yang mereka terima. Dengan demikian kualitas barang yang diproduksi akan dapat terjaga.
  • Bagi para tenaga kerja yang kurang terampil, sistem upah ini dapat member ketengan dalam bekerja, karena walaupun mereka kurang bisa menyelesaikan unit yang banyak, mereka akan tetap memperoleh upah yang sama dengan yang diterima oleh tenaga kerja lain.
Kerugian sistem upah menurut waktu yaitu:
  • Para tenaga kerja yang terampil akan mengalami kekecewaan, karena kelebihan mereka tidak dapat dimanfaatkan untuk memperoleh upah yang lebih besar dibandingkan para tenag kerja yang kurang terampil, sehingga tenaga kerja yang terampil kurang bersemangat dalam bekerja.
  • Adanya kecenderungan para pekerja untuk bekerja lamban, karena besar-kecilnya unit yang dihasilkan tidak berpengaruh pada besar-kecilnya upah yang mereka terima.
2. Sistem upah menurut unit hasil, 
yang menentukan besar-kecilnya upah yang diterima tenaga kerja , tergantung pada banyaknya unit yang dihasilkan. Semakin banyak unit yang dihasilkan , semakin banyak upah yang diterima.
Keuntungan sistem upah menurut unit hasil yaitu:
  • Para tenaga kerja yang terampil akan mempunyai semangat kerja yang tinggi, dan akan menunjukkan kelebihan keterampilannya, karena besar-kecilnya unit yang dihasilkan akan menetukan besar-kecilnya upah yang akan mereka terima. Akibatnya produktivitas perusahaan meningkat.
  • Adanya kecenderungan pekerja untuk bekerja labih semangat, agar memperoleh upah yang lebih besar.
Kerugian sistem upah menurut unit hasil yaitu:
  • Para pekerja akan bekerja terburu-buru, sehingga kualitas barang kurang terjaga.
  • Para pekerja yang kurang terampil akan selalu memperoleh upah yang rendah, akibatnya mereka kurang mempunyai semangat kerja.
3. Sistem upah dengan insentif, 
yang menentukan besar-kecilnya upah yang akan dibayarkan kepada masing-masing tenaga kerja tergantung pada waktu lamanya bekerja, jumlah unit yang dihasilkan ditambah dengan insentif (tambahan upah) yang besar-kecilnya didasarkan pada prestasi dan keterampilan kerja pegawai. Sistem upah dengan insentif sering dianggap sebagai gabungan antara sistem upah menurut waktu dengan sistem upah menurut unit hasil. Sistem ini diharapkan akan memperoleh keuntungan dari kedua sistem tersebut. Namun sistem ini juga memilki kerugian, yaitu sistem ini memerlukan sistem administrasi yang rumit, sehingga memerlukan tambahan pegawai di bagian administrasi.
 
Menurut Noe, et al (2000) sejumlah kelemahan struktur upah berdasarkan jabatan,antara lain:
  1. pendekatan tersebut mendorong kearah birokrasi.Deskripsi jabatan membentang tugas dan aktivitas spesifik,yang menjadi tanggungjawab dan yang bukan menjadi tanggungjawab pemegang jabatan.
  2. sifat dasar hierarki struktural  mrnguatkan suatu pengambilan keputusan dan arus informasi atas-bawah,sebagai akibat dari perbedaan status.
  3. Hal ini tidak menunjang karyawan untuk memanfaatkan semaksimal mungkin keahlian dan pengetahuan mereka bagi keberhasilan organisasi.
  4. kebutuhan birokrasi untuk menghasilkan dan memperbaiki deskripsi dan evalusi jabatan dapat menjadi penghambat perubahan,karena perubahan besar-besaran terhadap deskripsi jabatan akan membutuhkan jumlah waktu dan biaya yang sangat besar
  5. struktur upah berdasarkan jabatan boleh jadi tidak memberikan reward terhadap perilaku yang diinginkan,khususnya dilingkungan yang berubah cepat dimana kemarin tidak bermanfaat untuk hari ini dan esok atau yang akan datang.
  6. struktur upah yang berdasarkan jabatan yang menekankan pada level jabatan dan perbedaan status mendorong perilaku mengejar promosi,sehingga hal ini tidak mendorong terhadap perpindahan karyawan secara lateral,karens karyawan enggan untuk menerima jabatan yang tidak bersifat promosi,apalagi yang kelihatannya menurun.
Untuk mengatasi masalah dalam sistem upah berdasarkan jabatan ada beberapa perspektif dan pendekatan baru dalam sistem pengupahan dasar,seperti:
  1. upah berdasarkan keahlian (knowledge-based pay) yaitu pemberian upah kepada karyawan  didasrkan pada keahlian yang disumbangkan pakerjaan/ jabatan (Byars dan Rue 1997)
  2. upah berdasrkan kompetensi (competency-based pay) didefenisikan sebagai suatu sifat/karakteristik yang dibutuhkan oleh sesorang pemegang jabatan agar dapat melaksanakan jabatan dengan  baik (Byars dan Rue 1997)
  3. Delayering dan Broadbanding,Delayering yaitu suatu usaha mengklasifikasikan kembali jabatan menjadi lebih lebar (Benardin dan Russel,1998) atau mengurangi jumlah level jabatan agar lebih fleksibel dalam menjalankan tugas jabatan dalam memberikan peningkatan jasa.(Noe,et al,2000).Broadbanding berarti merombak kelas (grade) dan rentang upah yang lebih lebar,dimana masing-masing kelompok berisi rentang jabatan dan level upah yang relatif lebar
Sumber:
BMP EKMA5207 Manajemen SDM,Yus Iswanto Ed.1

By: FITRI AYU ADILLAH

ADPU4442 Sistem Informasi Manajemen

  1. Mengapa penting untuk memahami sistem informasi manajemen? 2. Instrument apa saja yang dapat digunakan dalam mengukur kualitas Sistem I...