Secara umum, sistem ekonomi dapat dimaknai sebagai suatu keseluruhan sistem yang tersusun dari sub-sub sistem yang lebih kecil seperti pranata-pranata ekonomi, sosial politik dan ide-ide yang diantara mereka saling berinteraksi untuk menumbuh-kembangkan perekonomian nasional.
Bagaimana dengan SEI?
- Apakah kita sudah memiliki sistem ekonomi yang dibangun atas dasar nilai-nilai , tradisi dan filosofi yang barakar dari masyarakat kita?
- Menurut Anda SEI yang ada sekarang apakah bisa bersaing dengan Sistem Ekonomi negara lain di tengah pasar bebas saat ini?
Bagaimana dengan SEI?
1.
Apakah kita sudah memiliki sistem ekonomi yang
dibangun atas dasar nilai-nilai , tradisi dan filosofi yang barakar dari
masyarakat kita?
Menurut saya sistem perekonomian di Indonesia belum bisa
dikatakan sesuai dengan atas dasar-dasar nilai-nilai, tradisi dan filosofi yang ada di masyarakat. Karena belum
terciptanya kesejahteraan dan keadilan dalam ekonomi di masyarakat Indonesia.
Pembahasan:
Sistem ekonomi Indonesia terbangun dari nilai-nilai, tradisi
dan filosofi yang terkait dari rasa kekeluargaan. Hal tersebut tidak berbeda
dengan pembukaan Udang-Undang Dasar 1945 yang didalamnya muncul asas
kekeluargaan yang secara tersirat. Dalam hal ini subtansi yang paling penting adalah
adanya kebersamaan, keadilan, persamaan atas hak-hak, gotong royong.
Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara untuk
mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk meraih
suatu tujuan. Di setiap negara memiliki sistem ekonomi yang dipengaruhi oleh
ideologi bangsa dan sifat jati diri bangsa tersebut.
2.
Menurut Anda SEI yang ada sekarang apakah bisa
bersaing dengan Sistem Ekonomi negara lain di tengah pasar bebas saat ini?
Indonesia adalah salah satu negara pencetus utama berdirinya
Association of South East Asia Nations (ASEAN). Pada awalnya, ASEAN hanya
beranggotakan lima negara; yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan
Filipina. Berdasarkan Global Competitiveness Index tahun 2014 yang dikeluarkan
World Economic Forum (WEF), Indonesia berada di peringkat 34 dari 144 negara di
dunia. Masih di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand .
Melihat fakta dari data tersebut, kita dapat menarik
kesimpulan bahwa kita sebetulnya tidak cukup siap bersaing dalam menghadapi
pasar tunggal ASEAN tersebut. 255 juta jiwa penduduk Indonesia hanya akan
menjadi konsumen bagi negara-negara lain jika hal ini tidak dijawab dan
direspons dengan baik. Hal itu karena yang terjadi dalam MEA sesungguhnya
adalah competitiveness (persaingan). Persaingan dalam menghasilkan suatu produk
yang dapat dijual atau dikonsumsi oleh masyarakat ASEAN. Siapa yang mampu
bersaing, maka dialah yang mendapatkan banyak nilai manfaat dari MEA tersebut.
Faktanya, Indonesia berada di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar